Kamis, 14 April 2011

Bank sentral

Bank sentral
Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.
Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.
Sejarah bank sentral


Kantor Javasche Bank di Batavia (tahun 1930-an). Javasche Bank kemudian menjadi bank sentral Indonesia dengan nama Bank Indonesia.


Federal Reserve System, adalah bank sentral AS.
Sejarah bank sentral tidak terlepas dari sejarah dikenalnya sistem uang sebagai alat tukar dalam perdagangan dan perekonomian secara umum, dan mulai ditemukannya metode perbankan untuk pertama kalinya dalam perekonomian dan perdagangan suatu negara. Dimana pada zaman dahulu alat tukar yang digunakan adalah memang berupa uang yang memang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap material yang terbuat dari uang tersebut. Biasanya berupa uang logam (emas, perak, perunggu, dll) yang memiliki nilai intrinsik yang sama terhadap nilai dari uang logam tersebut. Artinya jika uang logam emas seberat 1 gram bernilai 1000 misalnya, pada saat itu memang karena emas dengan kondisi 1 gr tersebut ketika diperdagangkan/dipertukarkan dimana-mana nilainya adalah 1000. Alat tukar dengan uang logam seperti ini sudah lebih maju dibandingkan dengan kondisi sebelumnya dimana perdagangan dilakukan dengan alat tukar yang belum bisa diterima oleh banyak kalangan atau bahkan sistem barter langsung terhadap barang yang diperdagangkan dimana ini menjadi cikal-bakal dimulainya perdagangan dalam sejarah peradaban manusia.
Seiring dengan waktu dan terus berkembangnya perdagangan dan perekonomian, alat tukar berupa uang logam tersebut mulai menjadi keterbatasan karena memang ketersediaan sumber daya alam yang terbatas untuk mencetak jenis uang seperti itu, dan ini menghambat potensi untuk berkembang lebih besarnya lagi perekonomian suatu negara sementara jenis-jenis produk baru dan bentuk industri baru sangat potensial untuk muncul namun amat disayangkan jika aktivitas perdagangan dan perekonomian secara umum harus terhambat karena mengikuti kemampuan ketersediaan uang berupa logam yang sangat terbatas tersebut.
Untuk itulah kemudian dikenal sistem uang kertas yang pertama kali ditemukan melalui sistem penjaminan yang dalam hal ini dilakukan oleh suatu badan penjamin sekaligus penyimpan yang disebut bank, dimana uang kertas yang dikeluarkan oleh bank tersebut dijamin memiliki nilai yang sama atau dijanjikan akan memiliki nilai beberapa kali lebih besar terhadap emas atau uang logam yang di simpan oleh nasabah/masyarakat pada waktu mendatang atau pada masa yang ditentukan. Pada praktik dan perkembangannya masing-masing, bank-bank yang pada saat itu membuat aturannya sendiri-sendiri dan jenis-jenis jaminan/uang kertasnya masing-masing yang sangat potensial merugikan masyarakat karena belum dikelola negara untuk memastikan tidak adanya penyimpangan atau aturan yang tidak adil. Dimana pada suatu ketika seorang nasabah berniat untuk mengambil kembali emas atau uang logam yang disimpan pada bank tersebut dengan cara menukar kembali uang kertas yang dia dapat dari bank tersebut ternyata harus kecewa karena uang logam yang dia terima lebih sedikit dari yang dijanjikan atau bahkan lebih kecil dari jumlah yang sama dari yang pernah ia simpan ke bank tersebut. Pada masa itulah mulai terjadi untuk pertama kalinya dalam sejarah model-model fraud dan rekayasa dalam sektor industri yang baru ini, yaitu sektor keuangan.
Sejak itulah negara menyadari perlunya suatu bank sentral yang selanjutnya didirikan dengan tujuan untuk memastikan adanya satu jenis mata uang kertas yang sama dan berlaku di suatu negara tersebut agar memiliki nilai yang stabil dan dapat dipercaya karena dijamin oleh negara (dengan cara awalnya negara menjamin uang kertas tersebut dengan sejumlah emas deposit atau logam berharga lainnya yang dicadangkan setiap mencetak nominal uang tersebut, namun belakangan tidak lagi dan jaminannya hanya atas nama negara saja atau sejumlah kecil emas) dan dapat dipergunakan terus menerus oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekenomiannya di negara tersebut. Dan dengan kewenangannya bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar tersebut agar dapat menggerakkan roda perekonomian dengan keseimbangan yang tepat antara peredaran jumlah uang dan barang, dan dapat terus saling mengembangkan, dengan cara tidak sampai menyebabkan kelebihan jumlah likuiditas/uang yang beredar dalam perekonomian negara tersebut yang dapat menyebabkan inflasi (naiknya harga-harga atau turunnya nilai uang), dan juga sebaliknya jangan sampai terjadi kekurangan likuiditas yang dapat menyebabkan perekonomian sulit bergerak apalagi untuk berkembang.

Ekonomi Moneter

EKONOMI MONETER
A. UANG
1. Pengertian uang adalah segala sesuatu yang merupakan media pertukaran / alat pembayaran yang diterima secara umum
2. Sejarah uang
a. Prabarter
Semua yg dikonsumsi diproduksi sendiri.
Kekurangannya:
1). Membutuhkan waktu yg lama u/ memproduksi barang
2). Konsumsi barang kurang bervariasi
b. Barter
Pertukaran barang dengan barang lain
Kekurangan :
1). Tidak memiliki harga tetap
2). Sulit menyimpan barang
3). Sulit menemukan orang yang cocok
4). Sulit menentukan perbandingan harga
Kelebihan :
1). Konsumsi lebih bervariasi
2). Bisa berkomunikasi dg kelompok lain/orang lain
3). Tidak perlu memproduksi barang terlebih dahalu brg yg akan dikonsumsi
c. Uang barang
Barang yang digunakan sebagai alat pembayaran Ex : gading atau emas dll
Kekurangan :
1). Tidak tahan lama
2). Tidak berlaku secara umum
3). Sulit mengangkut dalam jumlah besar
4). Tidak ada nilai pecahanya
Kelebihan :
1). Nilai benda dapat ditentukan
2).Nilainya tetap

d. Uang logam
Terbuat dari logam berupa emas, perak, perunggu.
Kekurangan :
1). Sulit menghitung dalam jumlah banyak
2). Bahan baku jumlahnya terbatas
3). Biaya pembuatannya mahal
Kelebihan :
1). Tahan lama
2). Nilainya tinggi
3). Berlaku secara umum
4).Terdapat nilai pecehannya

e. Uang kertas
Terbuat dari kertas
Kekurangan :
1). Sulit dibawa dalam jumlah yang sangat banyak
2). Mudah rusak
3). Bisa dipalsukan
4). Dalam jumlah besar mengundang kriminalitas
Kelebihan :
1). Ringan
2). Mudah dibawa
3). Memiliki nominal yang tinggi
4). Biaya produksi murah
f. Uang bank
Terdiri dari Cek dan Giro
Kekurangan :
1). Kertas cek mudah rusak
2). Bunga berlaku pada pihak tertentu saja
3). Ada batas waktu
4). Harus punya tabungan dalam jumlah besar
5). Sering adanya cek kosong
6). Berlaku pihak tertentu saja
Kelebihan :
1). Lebih aman
2). Nominalnya sangat tinggi
3). Dapat bertransaksi tanpa uang cash
4). Sulit dipalsukan
5). Mendapatkan bunga

Terjadinya uang giral:
1. Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dlm rekening Koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku giro bilyet.
2. karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dg cara sesorang menjual surat berharga ke bank dan bank membukukan hasil penjualan surat berharga tsb sbg deposit dr yg menjual.
3. Mendapat kredit dr bank yg dicatat dalam R/K dan dapat diambil sewaktu-waktu.

g.Uang Kredit
kelebihan :
1). Tidak takut untuk dibawa kemana saja
2). Kapan saja bisa digunakan
3). Cukup satu kartu bisa banyak transaksi
4). Tidak harus membawa uang cash
Kekurangan :
1). Biaya administrasi pada orang tertentu
2). Adanya biaya bunga

3. Fungsi Uang :
1. Fungsi asli :
a. Sebagai alat tukar
b. Sebagai satuan hitung
2. Fungsi Turunan :
a Sebagai Alat pembayaran
b Alat penimbun kekayaan
c Alat pemindah kekayaan
d Standar pembayaran yg ditangguhkan

4.Jenis Uang :
1. Menurut bahan Pembuatannya :
a. Uang kertas : terbuat dari kertas
b. Uang logam : terbuat dari emas, perak ataupun perunggu

2. Menurut Nilainya :
a. Full bodied money : Nilai bahan sama dengan nilai nominal,
ex. Uang logam
b. Token money : nilai nominal lebih besar dari bahan pembuatannya,
ex. Uang kertas

3. Menurut pihak yang mengeluarkannya :
b. Uang kartal : Mata uang logam dan uang kertas yang dikeluarkan oleh bank sentral dan berlaku secara umum. Bank sentral (Bank Indonesia) memiliki hak monopoli dalam mengeluarkan dan menciptakan uang kartal.
c. Uang giral : uang yang disimpan didalam bank dikeluarkan oleh bank umum. Berupa tabungan, cek atau deposito

5.Teori Nilai Uang
a. Teori barang : benda diterima sebagai uang karena terbuat dari bahan yg mempunyai nilai tinggi
1. Teori logam (Adam Smith)
Uang diterima masyarakat karena bahannya terbuat dari logam bernilai tinggi
2. Teori Nilai batas (Carl Manger)
Uang diterima masyarakat karena adanya keperluan masyarakat akan barang dan adanya kepercayaan terhadap uang.
b. Teori Nominalisme : benda dapat diterima sebagai uang karena besarnya nominal tertera dalam benda tersebut.
1. Teori Perjanjian ( Thomas Aquinas)
Uang diterima oleh masyarakat karena adanya ketetapan dari pemerintah dalam pertukaran
2. Teori Kebiasaan
Uang diterima oleh masyarakat menggunakan benda tertentu dalam pertukaran
3. Teori Tuntutan ( J.S Mill)
Uang diterima oleh masyarakat karena adanya tuntutan terhadap uang barang - barang yang dihasilakn masyarakat
4. Teori Realisme ( David Hume)
Uang diterima oleh masyarakat karena adanya penilaian terhadap uang yang dapat memudahkan pertukaran.
c.Teori uang dinamis
1. Teori kuantitas (David Ricardo)
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yg beredar (JUB). Jika JUB naik 2x lipat maka p naik 2x lipat berarti hub a/ JUB dg P berbanding lurus.
Rumus :
M = k P
M= money =JUB
K=konstanta
P=tingkat hatga
2.Teori transaksi (Irving Fisher)
Nilai uang tergantung pada JUB (money=M), kecepatan uang beredar (Velocity = V), dan jumlah barang yg diperdagangkan (transaction of goods = T). Rumusnya: MV=PT
Latihan soal:
1. Diketahui jumlah uang beredar Rp 10.000.000.000,00
Kecepatan uang beredar 20, dan jumlah barang yang diperdagangkan 5.000.000 unit.
Hitunglah tingkat harga!
2. Diketahui tingkat harga Rp 50,00
Kecepatan uang beredar 20
dan barang yang diperdagangkan 2.000.000 unit
Hitunglah jumlah uang beredar!
3. Cash and balance equation theory (D.H. Robertson)
Melihat NU dari segi cash balance (jumlah uang yg disimpan u/ persediaan kas). Rumusnya : M = KTP
M = JUB
K = lama rata2 uang menganggur di kas
T = jumlah barang yang diperdagangkan
P = tingkat harga
4. Teori persediaan kas (Alfred Marshall)
Memperlihatkan hubungan antara jumlah uang dengan pendapatan nasional. Rumus : M= PKI
M = JUB
K = lama rata2 uang menganggur di kas
I = Income ( pendapatan)
P = tingkat harga

5. Jumlah Uang beredar
Pengertian uang beredar:
a. Dalam arti sempit (Narrow money = M1)
Merupakan kewajiban sistem moneter kepada sektor swasta domestik (masyarakat). Terdiri dari uang kartal dan uang giral.
b. Dalam arti luas (Broad money = M2)
Merupakan M1 ditambah dengan uang kuasi (tabungan dan deposito).

Faktor2 yang mempengaruhi JUB:
a. Defisit APBN
b. Pemberian kredit langsung dari BI kepada masyarakat. Tanpa melalui bank umum.
c. Pengaruh dari LN. JikA dpt pinjaman dr LN maka JUB akan meningkat
d. Terjdnya surplus dlm perdagangan ekspor.
e. Pajak. Jika tarif pajak meningkat maka JUB akan berkurang, misalnya pph naik dari 15 % menjd 20% maka yg 5% ditarik pemerintah

Ada 3 faktor yg mempengaruhi naik turunnya NU:
a. jumlah uang/ penawaran uang
b. cepatnya uang yg beredar atau permintaan uang
c. jumlah brg yg diperdagangkan

Faktor3 yang mempengaruhi naik turunnya nilai uang DN terhadap valuta asing(kurs):
a. sistem kurs yang digunakan
b. permintaan dan penawaran valuta asing
c. kebijakan pemerintah


6.Permintaan uang (Money Demand = MD)
Permitaan uang adalah jumlah yang diinginkan masyarakat untuk mengadakan transaksi pada suatu wilayah dan waktu - waktu tertentu.
Kurva Permintaan uang






Kurva Permintaan uang menunjukan jumlah uang beredar dengan suku bunga. Ketika suku bunga berubah, maka perubahan jumlah uang beredar masih berada pada suatu kurva. Bergerak dari kiri atas ke kanan bawah dan memiliki kemiringan negatif (-).
3 Motif permintaan uang JM. Keynes
a Motif Transaksi (Transaction motive)
menggunakan uang sebagai alat tukar, rumah tangga untuk membeli makanan, pakaian dan lain - lain.
b Motif Spekulasi (speculation motive)
menyimpan uang untuk keuntungan, misalnya dibelikan saham atau obligasi. Kebanyakan perusahaaan melakuakan diversifikasi artinya sebagian uang disimpan dalam bentuk uang dan sebagian digunakan u/ membali surat berharga.
c Tujuan berjaga – jaga (precautionary motive)
Motif berjaga –jaga merupakan salah satu pedoman mengapa orang menyimpan uang.

7. Penawaran uang (Money supply = MS)
Penawaran uang terdiri dari uang logam, uang kertas, simpanan giro, deposit berjangka, berbagai macam tabungan dan tekening valuta asing milik swasta domestik. Atau jumlah uang yang ada dan siap beredar untuk keperluan transaksi bagi masyarakat pada wilayah dan waktu tertentu
Faktor - faktor yang mempengaruhi Penawaran uang :
a Pendapatan
b Tingkat suku bunga
c Selera masyarakat
d Harga barang
e Kemudahan dan kepastian mendapatkan kredit
f Kekayaan yang dimiliki masyarakat
g Kebijakan perdagangan internasional
h Kebijakan moneter
i Kebijakan fiskal


Kurva Penawaran uang






a. Bergeser kekanan jika obligasi meningkat ( dengan cara membeli surat berharga) bergeser kekiri jika menjual surat berharga.
b. Penawaran uang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga karena kuantitasnya ditentukan oleh otoritas moneter (bank sentral).

8. Keseimbangan pasar


a. Kurva Keseimbangan pasar





a. Keseimbangan pasar ditentukan oleh tingkat suku bunga dan dipasar uang


.
9. Standar Moneter /sandar mata uang
adalah uang pengukur atau patokan dijadikan uang dalam perekonomian suatu negara.
a. Standar Logam
1. Standar Tunggal
Mata uang yang berlaku dalam perekonomian menggunakan standar Emas. Macam2 standat tunggal
a). Standar Emas Penuh
Sistem keuangan menggunakan uang emans yang beredar dalam masyarakat dijamin sepenuhnya oleh penguasa moneter
b). Standar Inti emas
Sistem keuangan menggunakan persediaan emas dalam negeri yang dijadikan sebagai cadangan untuk oembayaran luar negi dan sebagai jaminan uang kertas yang dikeluarkan.
c). Standar wesel emas
Sistem keuangan tidak menukar emas dengan uang kertas yang dibawa kepadanya.
Kelebihan standar emas:
a). Niali tukar emas stabil
b). Standar emas scr otomatis menyeimbangkan antara defisit dan surplus
Kekurangan standar emas:
a). Negara yg mengeluarkan emas akan menghadapi masalah pengangguran dan negara yang menerima emas akan menghasapi inflasi.
b). Ekonomi berjalan baik jika cadangan emas banyak
c). Sistem ternyata tdk dpt berjalan secara otomatis.

2.Standar Kembar
 Kebijakan standar moneter yang berdasarkan pada 2 logam, biasanya emas dan perak sebagai alat pembayaran yang sah.
 Sistem standar kembar alternatif
Jika nilai perbandingan emas dan perak diletakan pada uu dan peredaran uang emas dan uang perak begantian
 Sistem standar lembar perabel
Jika nilai perbandingan emas dan perak tidak lagi ditetapkan menurut UU, uang emas dan perak kedua-duanya beredar dalam pertukaran terdapat semacam harga pembayaran dengan uang emas atau dengan uang perak

3.Standar Pincang
Suatu sistem keuangan jika emas dipakai sebagai dasar keuangan, sedangkan uang perak merupakan alat pembayaran yang sah.

b. Standar Kertas
Uang kertas sebagai alat tukar dalam perekonomian disebut standar kertas, tiap kesatuan uang tidak sama dengan diukur dengan berak logam tertentu melainkan dengan nominalnya.

10. Kebijakan Moneter
Tujuan kebijakan moneter :
a. menjaga kestabilan ekonomi
b. peningkatan kesempatan harga
c. menjaga kestabilan harga
d. menjaga keseimbangan neraca pembayaran

Macam-macam kebijakan moneter
a. Kebijakan moneter kuantitatif
Merupakan kebijakan umum yang bertujuan u/ mempengaruhi JUB dan tingkat bunga dlm perekonomian.
Kebijakan moneter kuantitatif dilakukan dg 3 tindakan:
1). Operasi pasar terbuka (open market operation)








b. Kebijakan kualitatif

Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan

Konsumsi, investasi dan Pendapatan Nasional

Konsumsi (consumption =C).
Investasi (Invesment = I) barasal dari Tabungan (saving = S).
Pendapatan nasional (Yield=Y) yang digunakan adalah Disposible income (DI).
Jadi dari judul diatas bisa kita tulis rumus :
1. Y = C + S atau Y= C + I
2. C = Y – S
3. S = Y - C

Y C S
a)….. 1.000 -1.000
3.000 b)….. 0
6.000 5.000 c)…..
d)….. 7.000 2.000


1) Fungsi Konsumsi

a) Arti : Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan (Pendapatan Disposabel) perekonomian tersebut.

b) Rumus konsumsi :
C= a + b Yd MPC = =


C= pengeluaran untuk konsumsi
a= besarnya konsumsi pada saat pendapatan atau Y=0
b= MPC= Margianal propensity to consume (hasrat berkonsumsi margina)
Y=pendapatan bebas

c) Faktor - faktor yang mempengaruhi konsumsi dan tabungan:
(1) Kekayaan yg telah terkumpul
(2) Tingkat bunga
(3) Sikap berhemat
(4) Keadaan perekonomian
(5) Distribusi pendapatan
(6) Tersedia dana pensiun yang mencukupi


2) Fungsi tabungan
a) Arti : Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional (pendapatan disposabel) perekonomian tersebut.

b) Rumus Fungsi tabungan :




c) Rumus MPS


Y C S MPC MPS
0 1.000 -1.000
3.000 3.000 0 MPC1 MPS1
6.000 5.000 1.000 MPC2 MPS2
9.000 7.000 2.000 MPC3 MPS3

Pertanyaan:
a. Lengkapi table diatas
b. Tentukan fungsi konsumsi
c. Tentukan fungsi tabunngan
d. Tentukan hubungan antara MPC dengan MPS
e. Tentukan break even income
f. Tentukan angka pengganda (angka pengganda a/ angka yg menggambarkan perbandingan diantara jumlah pertambahan atau pengurangan dalam PN )


3) Fungsi Investasi
a) Fungsi Investasi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi & tingkat pendapatan nasional
b) 3 Hal yang digolongkan dalam investasi
(1) Pembelian berbagai jenis barang modal yaitu mesin - mesin dan peralatan produksi lainnya untuk mendirikan berbagai jenis industri dan perusahaan.
(2) Pemebelanjaan untuk membangun rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik dan bangunan - bangunan lainnya.
(3) Pertambahan nilai stok barang - barang yang belum terjual, bahan mentah dan barang yang masih dalam proses produksi pada akhir tahun perhitungan pendapatan nasional.
c) Faktor - faktor yang mempengaruhi investasi :
(1) Tingkat keuntungan investasi yang akan diperoleh
(2) Tingkat bunga
(3) Ramalan mengenai keadaan ekonomi masa depan
(4) Kemajauan teknologi
(5) Tingkat pendapatan nasional dan perubahan - perubahannya
(6) Keuntungan yang diperoleh perusahaan

Latihan soal.
Y C
12.000 9.000
15.000 11.000

Berdasarkan data diatas tentukan fungsi konsumsi!
Cara mencari a dengan menggunakan rumus
a = (APC – MPC)Y1
APC = C1/Y1