Senin, 09 Mei 2011

Neraca Pembayaran

NERACA PEMBAYARAN

A. Pengetian
Neraca pembayaran adalah suatu catatan yg ringkas dan sistematis dari semua transaksi ekonomi internasional suatu negara dengan Negara lain dalam jangka waktu tertentu biasanya 1 tahun.
Yang termasuk dlm tansaksi ekonom internasional:
1. pemindahan hak milik atas suatu Negara yg satu kpd Negara yg lain.
2. transaksi jasa antara Negara yg satu dengan Negara yg lain.
3. kekayaan penduduk Negara ybs di Negara lain.

Neraca pembayaran berbentuk scontro terdiri dari 2 bagian yaitu debit dan kredit.
Sisi debit digunakan u/ mencatat transaksi2 yg mengakibatkan kewajiban bagi suatu Negara u/melakukan pembayaran ke luar negeri (Negara lain). (lambangnya -)
Sisi kredit digunakan u/ mencatat transaksi2 yg mengakibatkan suatu Negara memperoleh pembayaran dari Negara lain. (tandanya +).

Struktur Neraca Pembayaran

Neraca barang/neraca perdagangan
Pos ini merupakan golongan terbesar dlm neraca perdagangan. Transaksi barang ini meliputi ekspor barang.
Ekspor barang merupakan transaksi kredit krn transaksi tsb menimbulkan hak u/ menerima pembayaran (menyebabkan uang masuk /dana masuk kedlm negeri).
Impor barang mrpkan transaksi debit krn menimbulkan kewajiban u/ melakukan pembayaran kpd Negara lain (menyebabkan arus uang atau dana ke luar negeri.

Neraca Jasa
Neraca jasa terdiri dari penjualan jasa angkutan turis/pariwisata, asuransi, pendapatan investasi dari modal di luar negeri.
Ekspor jasa termasuk transaksi kredit.
Impor jasa yg meliputi pembelian jasa dari penduduk negeri lain, termasuk pembayaran bunga pinjaman, deviden dan keuntungan modal yg ditaman di DN o/ penduduk Negara lain.

Neraca Modal/Capital account
Neraca modal terdiri dari transaksi jangka pendek dan transaksi jangka panjang.
1. Transaksi modal jangka pendek:
a. kredit u/ perdagangan dr negera lain (transaksi kredit) atau kredit perdagangan yg diberikan kpd penduduk Negara lain (transaksi debit)
b. Deposito bank di DN milik penddk ngr lain (transaksi kredit) atau deposito bank di LN (transaksi debit)
c. Penjualan surat berharga DN jangka pendek kpd penddk ngr lain (transaksi kredit) atau pembelian surat berharga luar negri jangka pendek (transaksi debit).

2. Transaksi modal jangka panjang:
a. Investasi asing di DN (transaksi kredit) atau investasi langsung di LN (Transaksi debit).
b. Pembelian surat2 berharga jangka panjang DN o/ penddk asing (transaksi kredit) atau pembelian surat2 berharga jangka panjang milik penddk ngr lain (transaksi debit).
c. Pinjaman jangka panjang yg diterima dr penddk ngr lain (transaksi kredit) atau pinjaman jangka panjang yang diberikan kpd penddk ngr lain (transaksi debit).

Lalu lintas moneter
Transaksi ini sering disebut accommodating transaction sebab mrpkan transaksi yg timbul sbg akibat dr adanya transaksi lain.
Transaksi ini disebut autonomous krn timbul dg sendirinya tanpa dipengaruhi transaksi lain.
Termasuk autonomous a/ transaksi2 yg sdg berjalan dan transaksi modal dan transaksi satu arah (unilateral).

B. IKHTISAR NERACA PEMBAYARAN
Untuk menentukan pos debet atau pos kredit neraca pembayaran perhatikan ketentuan berkut ini
1. Transaksi dikatakan mendebet neraca pembayaran jika transaksi itu mengakibatkan arus uang keluar. Misalnya:
 Mengimpor barang
 Memberikan pinjaman kpd Negara asing
 Membayar jasa2 orang LN
 Membayar bunga atau cicilan utang ke LN
 Transaksi pemasukan emas dari LN
2. Transaksi dikatakan mengkredit neraca pembayaran jika transaksi itu mengakibatkan arus uang masuk. Misalnya:
 Mengekspor barang ke LN
 Menerima bunga dan cicilan utang dari LN
 Menerima pendapatan jasa dari LN
 Menerima pinjaman baik jangka pendek maupun jangka panjang
 Pengeluaran emas ke LN.

C. TUJUAN DAN FUNGSI NERACA PEMBAYARAN
Tujuan neraca pembayaran:
1. memberikan keterangan kpd pemerintah mengenai posisi keuangan ngr ybs.
2. membantu pemerintah dlm mengambil keputusan dibidang politik perdagangan dan urusan pembayaran.
3. membantu pemerintah dlm mengambil keputusan dibidang politik moneter dan fiscal.
Fungsi neraca pembayaran;
1. sbg alat pembukuan budget, alat pembayaran utang LN, agar pemerintah dpt mengambli keputusan apakah ngr dpt melanjutkan masuknya brg2 LN dan dpt menyelesaikan pembayaran tepat waktu.
2. sbg alat u/ menjelaskan pengaruh dari transaksi LN terhadap PN.
3. sbg alat u/ mengukur keadaan per-ek dlm hub internasional suatu ngr.
4. sbg alat kebijakan moneter yg akan dilaksanakan o/ suatu ngr.
5. mengetahui transaksi Ln terhadap PN.

Dampak neraca pembayaran
1. Dampak neraca pembayaran surplus
Neraca pembayaran yg surplus akan berpengaruh tehadap tingkat harga DN, yaitu mempunyai pengaruh inflatoir mendorong atau menjurus kearah kenaikan harga (inflasi). Hal ini disebabkan o/ adanya penambahan permintaan efektif.
2. Dampak neraca pembayaran deficit
a. produsen DN tdk dpt bersaing dg brg2 impor.
b. Pendapatan Negara sedikit shg utang ngr bertambah besar.
c. Perusahaan byk yg gulung tikar, shg pengangguran meningkat akibat dari PHK.
Neraca pembayaran yang deficit akan mendorong kearah penurunan barang (deflasi).
3. Dampak neraca pembayaran seimbang
Neraca pembayaran yang seimbang tdk terlalu berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi suatu Negara. Shg apabila suatu ngr tdk dpt mencapai surplus dlm neraca pembayaran maka minimal harus dlm keadaan seimbang dg demikian akan dpt menghindari neraca pembayaran defisit.

Neraca Pembayaran seimbang, surplus atau deficit

Dibawah ini contoh sederhana terjadinya surplus atau deficit neraca pembayaran:
Ekspor + 400
Impor - 600
Neraca Perdagangan - 200
Ditutup dengan Pinjaman Akomodatif + 200
Saldo 0
Contoh di atas menunjukkan Negara mengalami deficit sebesar 200 yaitu sebesar pinjaman akomodatifnya.


Ekspor + 400
Impor - 600
Neraca Perdagangan - 200
Ditutup dengan Pinjaman Otonomi + 100
Pinjaman Akomodatif + 100
Saldo 0
Contoh diatas menunjukkan bahwa Negara mengalami deficit sebesar 100, yaitu sebesar pinjaman akomodatifnya.
Pinjaman akomodatif adalah pinjaman yang berkaitan dengan kelebihan impor.
Pinjaman otonomi adalah pinjaman yang tidak berkaitan dengan impor.

Ekspor + 400
Impor - 600
Neraca Perdagangan - 200
Pinjaman Otonomi + 125
Pinjaman Akomodatif + 25
Cadangan/stock nasional + 50
Saldo 0
Contoh diatas menunjukkan bahwa Negara mengalami deficit sebesar 75, yaitu sebesar pinjaman akomodatif 25 dan penguragan stock nasional 50.

Ekspor + 800
Impor - 500
Neraca Perdagangan + 300
Ditutup dengan Cadangan/ stock nasional - 100
Pinjaman Otonomi + 125
Pinjaman Akomodatif + 75
Saldo 0

Contoh diatas menunjukkan Negara mengalami surplus sebesar 175, yaitu sebesar pengurangan pinjaman akomodatif 75 dan cadangan nasional sebesar 100.

Kesimpulan:
1. Negara mengalami deficit jika terjadi kelebihan impor dan kelebihan tersebut menambah pinjaman akomodatif dan mengurangi cadangan nasional. Jika hal ini terjadi maka Negara yang mengalami deficit total (contoh 3). Sedangkan 1 dan 2 negara mengalami deficit biasa, krn u/ menutup kelebihan impor hanya dengan menambah pinjaman akomodatifnya.
2. Negara mengalami surplus jika kelebihan ekspor dan kelebihan tersebut digunakan u/ mengurangi pinjaman akomodatif dan menambah cadangan nasional.

Hutang Luar Negeri
Beberapa alas an akan hutang luar negeri:
1. Negara-negara berkembang umumnya memiliki deficit neraca perdgangan.
2. HutangLN digunakan sbg modal pembangunan
3. Hutang Ln dibutuhkan pada saat terjadi bencana alam.

Kebaikan/keuntungan hutang luar negeri:
Kalau pemerintah tdk mempunyai modal untuk investasi pembangunan maka hutang merupakan jalan keluar untuk dapat membangun perekonomian Negara ini. Asal hutang tersebut diinvestasikan pada pembangunan sehingga dapat menampung tenaga kerja Indonesia terlalu tinggi tingkat penganggurannya.

Keburukan hutang luar negeri untuk Negara sedang berkembang
1. Bila hutang digunakan untuk konsumsi maka hal ini akan mengakibatkan hutangakan bertambah banyak shg ngr tsb tdk dpt membayarnya kembali.
2. Menurunnya nilai tukar rupiah terhadap terhadap dolar mengakibatkan pokok utang LN dan bunga utang LN menjadi meningkat pula.
3. Mengurangi kebebasan Negara debitur.
Negara kreditur sering membarikan persyaratan2 demi kepentingan pemberi kredit.

Beberapa langkah yg dpt dilakukan dalam menangani hutang luar negeri agar tidak memberatkan a.l:
1. Program stabilisasi IMF(international monetary fund)
IMF memiliki berbagai program untuk membantu negara2 yang mengalami kesulitan ekonomi. Calon negera penerima bantuan sebelumnya harus terlebih dahulu mengikuti persyaratan2 yg yg diajukan o/ IMF:seperti Negara tsb menurunkan tingkat deficit anggarannya, berarti hrs menghapus pengeluarannya seperti subsidi.

2. Renegosiasi hutang melalui paris club
Untuk meringankan beban pembayaran kembali hutang luar negeri yang membengkak dan memberatkan, ada 3 cara y dapat ditempuh:
a. penangguhan hutang, atau jika dimungkinkan pembatalan sebagian pinjaman non konsesional hingga sepertiga dari total hutang.
b. Penurunan suku bunga hutang keseluruhan
c. Perpanjangan periode pembayaran hingga 25 tahun.

3. metode debt for nature swap untuk melepaskan diri dari hutang
debt for nature swap ini merupakan metode baru yang cukup menarik, walaupun belum banyak diterapkan. Pihak kreditur memberikan keringanan pembayaran hutang apabila Negara debitur mau melakukan pelestarian lingkungan hidup. Program ini dikembangkan o/ LSM internasional contohnya Word Wildlife Fund (WWF). Hal ini dilakukan sesiring dengan kelestarian lingkungan dunia yang kian terancam. Oleh karena itu dgn metode ini diharqapkan pembangunan dapat dilakukan tanpa membebani Negara berkembang sekaligus melestarikan lingkungan.

1 komentar: